
GORONTALO — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo secara resmi memulai rangkaian perkuliahan tahun akademik baru melalui acara pembukaan kuliah umum yang dipusatkan di Masjid Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (1/9/2026).
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III mewakili Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina, M.Si., untuk memberikan arahan strategis kepada seluruh civitas akademika dan mahasiswa baru. Turut hadir pula pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Dr. Muh. Rusli, M.Fil.I., bersama Direktur Ma’had, Dr. Rully Podungge, serta jajaran dekanat yang terdiri dari Wakil Dekan I Dr. Sulaiman Ibrahim, M.A., Wakil Dekan II Dr. Wahidah Suryani, M.Si., dan Wakil Dekan III Dr. Sumarlin Adam, M.Pd.
Dalam arahannya, Dr. Sahmin Madina menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa di era modern. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Ushuluddin dan Dakwah masa kini tidak hanya dituntut memahami disiplin ilmu agama seperti Tafsir, Hadis, dan Ilmu Dakwah, tetapi juga harus melek digital dengan menguasai keterampilan storytelling, teknik editing, dan literasi media.
“Dai masa depan adalah content creator kebaikan. Selain itu, kita harus tetap kokoh dalam aqidah dengan pendekatan wasathiyah, serta menjunjung tinggi prinsip adab qablal ‘ilmi di atas segalanya,” ujar Dr. Sahmin membawakan pesan pimpinan universitas.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Prof. Dr. Muh. Rusli, M.Fil.I., menegaskan bahwa pemusatan kegiatan akademik di Kampus 1 diharapkan mampu memaksimalkan seluruh layanan administrasi dan akademik bagi mahasiswa.
Bergabungnya dua program studi unggulan yakni Ilmu Hadist dan Ilmu Qur’an di kampus 1 diproyeksikan dapat semakin menyemarakkan aktivitas keagamaan di lingkungan kampus, yang ditandai dengan semakin ramainya masjid oleh berbagai kegiatan positif.

Pada kesempatan yang sama, pihak dekanat juga mengingatkan para mahasiswa agar bijak menyikapi fenomena sosial saat ini, termasuk tren nongkrong di food street hingga larut malam. Berdasarkan temuan penelitian, kebiasaan tersebut dinilai dapat mengganggu kesehatan serta konsentrasi belajar mahasiswa, sehingga penting untuk senantiasa menjaga fokus akademik serta tidak lupa memohon doa dan restu dari kedua orang tua.
Rangkaian acara kemudian diperkaya dengan pemaparan materi dari Direktur Ma’had, Dr. Rully Podungge, yang memberikan pembekalan mendalam terkait program-program pembinaan karakter dan keagamaan di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah sebagai penunjang utama pembentukan akhlak mahasiswa.
Sebagai inti acara, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang menghadirkan narasumber ahli, yakni Dr. Ferlin Anwar, M.Fil.I. dan Dr. Tita Rostitawati, M.Fil.I. Kedua narasumber memaparkan materi mendalam mengenai “Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Gorontalo”. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam berpadu secara harmonis dengan kearifan lokal masyarakat Gorontalo, memperkaya wawasan keislaman yang moderat, kontekstual, dan berakar pada budaya bangsa.