Sejarah FUD
Awal berdirinya Fakultas Ushuluddin dan Dakwah tidak bisa terlepas dari alih status STAIN ke IAIN Sultan Amai Gorontalo. Pada awalnya, FUD merupakan fakultas yang bermula dari Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Ujung Pandang filial Gorontalo pada tahun 1980-an. Akan tetapi fakultas ini hanya berumur seumur jagung. Sehingga para ulumninya menyebutnya seperti al-awwal wal akhir sebab alumninya hanya sampai pada sarjana muda (BA.). Seiring dengan beralih statusnya jurusan Tarbiyah dan Syariah IAIN Gorontalo pada tahun 1997 yang mengharuskan adanya 3 jurusan, maka dibukalah jurusan Ushuluddin untuk mendampingi jurusan Tarbiyah dan Syariah. Seiring dengan perkembangannya, guna memenuhi tuntutan masyarakat serta upaya keras sivitas akademika, STAIN Sultan Amai Gorontalo kemudian beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berdasarkan keputusan presiden RI No. 91 tanggal 18 Oktober 2004 M bertepatan dengan 10 Ramadhan 1425 H.
Kemudian Fakultas Ushuluddin dan Dakwah membentuk 4 prodi, yaitu: Akidah Filsafat (AF), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pemikiran Politik Islam (PPI), dan Tafsir Hadis (TH). Hal ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Gorontalo. Dalam aspek akademik, IAIN Gorontalo diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan akademik yang memiliki tingkat keunggulan yang lebih tinggi, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, dibandingkan dengan status STAIN sebelumnya.
Pembentukan FUD IAIN Gorontalo membawa harapan baru untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di Gorontalo maupun di Indonesia secara keseluruhan. Untuk meningkatkan eksistensinya, diperlukan infrastruktur yang memadai guna memenuhi semua kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan akademik dan penunjang akademik, yang mendukung kelancaran dan pencapaian tujuan penyelenggaraan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Pendirian FUD di IAIN Gorontalo didorong oleh tiga alasan utama, yaitu: (1) Ideologis keagamaan, (2) Filosofis kependidikan Islam, dan (3) Sosiologis budaya masyarakat, yang semuanya berakar pada semangat kebersamaan untuk membangun model pendidikan tinggi di provinsi Gorontalo.
Secara ideologis, Islam adalah agama yang menyeluruh dan holistik, yang tidak memandang pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada dikotomi antara kedua bidang ilmu tersebut. Mengingat banyaknya alumni IAIN Gorontalo dan perguruan tinggi agama lainnya, perlu adanya peningkatan kuantitas dan kualitas mereka dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk dalam bidang “Ushuluddin” (dasar-dasar agama), yang akan mendorong pengembangan keilmuan tanpa dikotomi dan memperkaya khazanah ilmu keislaman.
Secara filosofis, berdirinya FUD IAIN Gorontalo merupakan wujud aspirasi umat Islam Indonesia yang merupakan mayoritas dari seluruh penduduk Indonesia untuk menciptakan kader pemimpin dan intelektual muslim bagi kepentingan negara secara keseluruhan. Sebagai salah satu Fakultas di IAIN Gorontalo, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah semestinya memainkan peran penting dalam pembanguan sumber daya manusia Indonesia.
Secara sosiologi budaya, keberadaan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah di Provinsi Gorontalo memiliki peran yang sangat penting, mengingat mayoritas masyarakat Gorontalo masih sangat dipengaruhi oleh adat dan budaya setempat. Oleh karena itu, eksistensi FUD IAIN Gorontalo sebagai pusat kajian Ushuluddin (dasar-dasar agama) sangat diperlukan untuk membentuk keyakinan dan pemahaman masyarakat terhadap budaya yang telah mereka anut selama ini, apakah sudah sesuai dengan ajaran syariat agama atau tidak. Jika terdapat ketidaksesuaian, maka FUD memiliki peran penting dalam meluruskan akidah dan kepercayaan masyarakat. Selain itu, dengan keberagaman budaya di Gorontalo, hal ini mendorong para peneliti untuk melakukan kajian lebih mendalam dari berbagai pendekatan ilmiah, terutama yang berkaitan dengan konsep Living Qur’an.
Saat ini, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah memiliki 7 (tujuh) program studi, yaitu: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Filsafat Agama (FA), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Politik Islam (PI), Manajemen Dakwah (MD), dan Sosiologi Agama (SA).
Adapun nama-nama dekan yang telah memimpin Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai berikut:
- Hj. Rahmawati Caco, M.Ag. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode 2004- 2007.
- Nurdin Pakaya, M.Si. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode 2007-2010.
- Adnan, M.Ag. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode 2010-2011
- Hj. Rahmawati Caco, M.Ag. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode 2011-2015.
- Hj. Rahmawati Caco, M.Ag. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode 2015-2017.
- Mashadi, M.Si Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode Periode 2017-2021.
- Andries Kango, M.Ag Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) periode Periode 2021-2025.
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan untuk memperkenalkan dirinya serta seluruh potensinya kepada semua pemangku kepentingan. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa FUD ini siap dan mantap menjalankan tugas dan fungsinya, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.[SI]