
GORONTALO – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo tengah menjalani proses krusial dalam penjaminan mutu akademik. Terhitung sejak Senin hingga Rabu, 20–22 April 2026, prodi tersebut melaksanakan Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kegiatan yang berpusat di Aula Rektorat Lantai 4 Kampus I ini menghadirkan dua asesor pakar dari perguruan tinggi terkemuka, yakni.
Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A. (UIN Raden Intan Lampung)
Dr. Atiyatul Ulya, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kehadiran tim asesor bukan hanya untuk memberikan penilaian angka di atas kertas, melainkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi.
“Asesmen lapangan ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi momentum penting untuk memperkuat budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi,” tegas Prof. Ahmad Faisal.
Rektor juga menitikberatkan pada posisi vital Prodi IQT sebagai jantung dari institusi pendidikan Islam. Menurutnya, program studi ini memiliki beban moral dan intelektual untuk melahirkan generasi yang mampu mendalami kajian Al-Qur’an secara komprehensif di tengah tantangan zaman.

Eksistensi prodi ini dianggap sebagai bagian dari core keilmuan Islam yang harus terus dijaga kualitasnya agar tetap relevan dan unggul dalam mencetak mufasir muda yang moderat dan berwawasan luas.
Dengan pelaksanaan asesmen ini, keluarga besar IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap mendapatkan hasil terbaik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkokoh posisi kampus sebagai pusat studi Islam unggulan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.