
GORONTALO – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo terus memperkuat jejaring kemitraan strategis guna meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi sosial. Hal ini ditandai dengan prosesi penandatanganan kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FUD, Prof. Dr. Muh. Rusli, M.Fil.I, didampingi oleh Wakil Dekan II, Dr. Wahidah Suryani, M.Si, dan Wakil Dekan III, Dr. Sumarlin Adam, M.Pd. Turut hadir sebagai pelaksana teknis di tingkat jurusan, Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI), Hendra Yasin, M.A, serta Sekretaris Jurusan PPI, Eka Putra B. Santoso, M.Sos.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muh. Rusli, M.Fil.I menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi kerja sama ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pengawas pemilu adalah kunci dalam menjaga integritas demokrasi sekaligus meningkatkan mutu institusi.
”Kami menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu atas terjalinnya kerja sama ini. Harapan saya, kesepakatan ini tidak hanya berhenti di atas kertas sebagai dokumen administratif. Harus ada implementasi nyata hingga ke tingkat Program Studi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, terutama dalam mendukung penguatan prodi kami untuk mencapai predikat Unggul,” tegas Prof. Rusli.
Beliau juga menyoroti pentingnya pengembangan riset bersama. “Melalui kerja sama ini, mahasiswa kami diharapkan dapat melaksanakan magang di Bawaslu untuk mendapatkan pengalaman lapangan yang riil. Sebaliknya, kami sangat terbuka jika pihak Bawaslu bersedia menjadi dosen tamu di kampus kami untuk berbagi ilmu praktis kepemiluan,” tambahnya.

Merespons hal tersebut, Dr. Idris Usuli dari pihak Bawaslu menyatakan kesiapan lembaganya untuk berkolaborasi secara teknis, baik dalam pendidikan maupun pengawasan lapangan.
”Kami sangat berterima kasih atas penandatanganan kerja sama hari ini. Bawaslu sangat terbuka bagi pihak kampus, baik sebagai pemateri dalam forum-forum ilmiah maupun menjadikan Bawaslu sebagai tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Bahkan, kami berencana melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kegiatan pengawasan Pemilu dan Pilkada,” ungkap Dr. Idris.
Kehadiran lengkap unsur pimpinan, mulai dari Dr. Wahidah Suryani yang membidangi administrasi dan keuangan, hingga Dr. Sumarlin Adam di bidang kemahasiswaan dan kerja sama, serta pimpinan Jurusan PPI, Hendra Yasin dan Eka Putra B. Santoso, menunjukkan keseriusan FUD dalam mengawal transisi teori ke praktik.
Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan poin-poin strategis, di antaranya:
Riset Kepemiluan Berbasis Akademik: Mengkaji isu demokrasi dari perspektif pemikiran politik Islam.
Praktisi Mengajar: Menghadirkan komisioner Bawaslu di kelas-kelas Jurusan PPI.
Magang MBKM: Memberikan akses eksklusif bagi mahasiswa FUD untuk belajar birokrasi pengawasan di kantor Bawaslu.
Pengawasan Partisipatif: Menggerakkan mahasiswa sebagai relawan intelektual dalam mengawal proses demokrasi di Gorontalo.
Dengan sinergi yang solid ini, FUD IAIN Sultan Amai Gorontalo optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan pengalaman praktis dan mumpuni dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia