
BONE BOLANGO – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar rapat Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) yang berlangsung di Ruang VIP Restoran Meranti, Bone Bolango.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam mematangkan arah kebijakan fakultas untuk tahun anggaran mendatang.

Penguatan Keilmuan dan Kabar Prodi Baru
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FUD, Dr. Andi Jufri, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya setiap Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) untuk melakukan bedah mendalam terhadap distingsi (ciri khas) dan penguatan keilmuan di masing-masing prodi.
“Kita harus memastikan bahwa keilmuan yang kita tawarkan mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ujar Dr. Andi Jufri. M.Ag
Selain itu, beliau membawa kabar gembira mengenai rencana pembukaan program studi baru, yaitu Manajemen Haji dan Umroh, yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi calon mahasiswa.

Optimalisasi Akademik dan Sarana Prasarana.
Melengkapi arahan Dekan, jajaran pimpinan Dekanat fakultas turut memaparkan poin-poin krusial antara lain,
Penyelarasan Visi Misi & Akademik: Wakil Dekan I, Dr. Sulaiman Ibrahim, M.A, menyoroti pentingnya menyelaraskan visi misi institut dengan fakultas. Ia juga menekankan optimalisasi peran Penasehat Akademik (PA) untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Infrastruktur Modern: Wakil Dekan II, Dr. Wahidah Suryani, M.Si, memberikan perhatian serius pada aspek penunjang pembelajaran.Menurutnya, pembenahan ruang kuliah dan optimalisasi laboratorium terpadu menjadi prioritas utama guna mendukung kenyamanan dan kualitas profil lulusan dilingkungan fakultas.
Inovasi Kerjasama dan Daya Serap Alumni
Menutup rangkaian arahan pimpinan Dekanat, Wakil Dekan III, Dr. Sumarlin Adam, M.Pd, memaparkan strategi pengembangan kemitraan. Ia menegaskan perlunya evaluasi terhadap kerjasama tahun sebelumnya agar program kerja tahun 2027 lebih efektif.
“Kita perlu memperluas jejaring ke dunia industri agar alumni kita lebih mudah terserap di dunia kerja. Selain itu, kerjasama internasional untuk membuka kelas internasional, minimal di kawasan Asia, harus segera diakselerasi,” tegas Dr. Sumarlin.
Dengan terlaksananya Pra-Raker ini, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah semakin mantap melangkah untuk menjadi pusat keunggulan akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri global.